Me Love Me, Not Me Love You

Senang sekali rasanya memiliki seseorang yang menyayangiku. Perasaanku bercampur, antara malu dan takut bertemu. Bagiku menjalin hubungan romantis itu bertukar perhatian, saling mendukung dan sama-sama punya tujuan yang sama. Awalnya itu semua yang kurasakan, perhatiannya memang lebih-lebih untukku. Setiap pulang sekolah atau hari libur, ia selalu menanyakan aku melakukan apa. Kalau pulang sekolah hingga larut malam dan berangkat pagi-pagi sekali, ia selalu menanyakan apa yang aku kerjakan.


Perasaanku semakin besar padanya, semenjak dia meminta izin kepada mamaku untuk mengantar-jemputku. Oh begini ya rasanya kasmaran. Sore itu, dia bilang ingin berkunjung ke rumah, di rumahku tidak ada orang kecuali aku. Kami duduk di ruang tamu, banyak yang kami bicarakan. Sudah beberapa bulan bersamanya, tapi rasanya masih seperti awal bertemu dengannya. Awalnya kami duduk berhadapan, ia pindah dan duduk di sebelahku. Tanpa ada pembicaraan pembuka, ia mendekati wajahku. Spontan aku menarik tubuhku, aku memandangnya sinis.

“Aku nggak pernah begitu”, kataku dengan gemetar.


Lepas darinya, hidupku seakan terancam. Kadang-kadang aku masih melihatnya di sekolah dan berusaha mencariku, tetapi aku benar-benar menolak dan lari darinya. Aku merasa bodoh mengikuti keinginannya selama ini, menjadi yang diinginkan. Setelah beberapa tahun, aku sepakat kalau pasangan tidak akan menuntut merubah dirimu. Kalau itu sampai terjadi, mungkin kalian harus memikirkannya kembali. Apakah pasanganmu baik untuk masa depanmu, apakah pasanganmu bisa bekerja sama dengan prioritasmu yang lain.

Kejadian itu juga membuatku semakin sadar, bagaimana menemukan keinginan dan kecintaan diri sendiri terlebih dahulu, sebelum memutuskan mempunyai pasangan. Apakah kalian seorang perempuan yang ingin dunianya hanya berdua dengan kekasih, atau kalian seorang perempuan yang menginginkan pasangan cukup menjadi bagian dari dunia kalian. Mendukung dan menghargai sebagai pasangan tentunya.


Temukan dirimu, sayangi dirimu, sebelum siap membaginya dengan orang lain.

(VR)