Skip to content

Mengenal Love Bombing dan Cara Melepaskannya

Apa Itu Love Bombing?


Mendapat perlakuan yang manis dari pasangan memang terlihat menyenangkan. Apalagi bagi seseorang yang mendambakan hubungan impian atau relationship goals. Namun, tidak semua perlakuan baik dan manis tersebut membawa dampak baik bagi penerimanya. Hal inilah yang sering terjadi pada kasus love bombing.


Istilah love bombing kali pertama muncul pada 1970-an di Amerika Serikat. Perlakuan manis yang diselubungi dengan hasutan tertentu ini banyak diterapkan di sekte agama garis keras, terutama untuk mencuci otak calon anggota baru untuk bergabung. Perlakuan love bombing yang diberikan seringkali digunakan untuk meraup loyalitas anggota dan mengikat kepatuhan anggota.

Dalam sebuah hubungan, love bombing sendiri bisa diartikan sebagai sebuah tindakan memberi perhatian dan rasa sayang yang terlalu berlebihan kepada pasangan. Tentunya setiap tindakan ada maksud yang ingin diraih, begitu pula dengan pelaku love bombing.
Menurut penjelasan Lori Nixon, pemilik International Hearts Counseling Services, menjelaskan bahwa love bombing dilakukan agar bisa mendapatkan rasa kasih sayang secara cepat sehingga membuat pasangannya bergantung pada mereka. Tujuan utama dari seseorang yang melakukan love bombing sendiri bisa terlihat dengan jelas, bahwa mereka ingin memuaskan ego untuk mendapatkan sesuatu yang berada di bawah kekuasaannya.

Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dilihat bagaimana love bombing menimbulkan posisi yang tidak setara antara kedua pasangan, akan ada salah satu yang mendominasi. Pasangan yang menjadi taget love bombing kerap tidak sadar bahwa dirinya ‘dimanfaatkan’ untuk bisa bergantung dan berada di bawah kontrol love bomber tersebut.

Tanda-Tanda Seseorang Melakukan Love Bombing
Tindakan orang yang melakukan love bombing seringkali tidak disadari karena pasangan bisa mengira tindakan tersebut adalah sesuatu yang wajar dilakukan kepada pasangannya. Padahal, bisa saja di balik sikap manisnya yang dilakukan terus menerus tersebut tanpa disadari bisa mengontrol atau mendominasi peran dalam hubungan yang dijalankan. Beberapa tanda-tanda berikut ini bisa dipelajari untuk mengetahui apakah kamu tengah terjebak dalam love bombing atau tidak:


1. Sering memberikan pujian secara berlebihan. Memberi pujian pada pasangan tentu bukan hal yang salah, namun perlu berhati-hati apabila pujian yang diberikan terlalu sering dan malah membuat kamu merasa tidak nyaman.
2. Tidak ingin lepas darimu. Sikapnya menunjukkan kalau Ia tidak ingin lepas atau jauh-jauh dirimu. Mungkin terasa wajar di awal, namun perlu diwaspadai karena bisa jadi ia jadi terlalu ikut campur di kegiatan sehari-harimu hingga akhirnya kamu tidak punya waktu sendiri atau berkumpul dengan keluarga atau teman.
3. Memberi hadiah secara berlebihan. Love bonber kerap memberikan hadiah yang mahal untuk pasangannya dan dilakukan dengan intensitas yang cukup sering. Perilaku ini patut diwaspadai karena seringkali memposisikan pasangan jadi merasa bersalah atau wajib memberikan timbal balik atas hadiah yang sudah diberikan

Cara Melepaskan Diri dari Perangkap Love Bombing
Kunci dalam hubungan adalah perasaan nyaman yang bisa membuatmu merasa aman untuk menjadi diri sendiri. Ketika menjadi target love bombing, seringkali korban merasa terperangkap dan dihantui perasaan bersalah yang bisa berdampak pada kepercayaan diri hingga kesehatan mentalnya. Oleh karena itu, jika kamu adalah salah satu korban dari love bombing, jangan takut untuk tegas dalam mengambil tindakan. Ungkapkan perasaanmu pada pasangan bahwa kamu merasa tidak nyaman dengan perlakuan yang berlebihan atau terlalu cepat yang diberikan oleh love bomber. Jangan ragu untuk mengambil tindakan terlebih dahulu seperti memutuskan hubungan atau memberi batasan secara pasti.


Psikoterapis asal New York, Ami Kaplan, menyarankan untuk mencari support group atau orang terdekat untuk menilai apakah kamu sedang terjebak dalam perangkap love bombing atau tidak. Mencari dukungan atau support system sangat penting bagi korban love bombing agar tidak terkena dampak kekerasan emosional yang berkepanjangan sekaligus menjadi tempat aman bagi mereka untuk bersandar. (Melisa N)

Sumber:
Archer, Dale. 2017. The Danger of Manipulative Love Bombing in a Relationship [daring]. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/reading-between-the-headlines/201703/the-danger-manipulative-love-bombing-in-relationship (Diakses pada 12 April 2022).
L’Amie, Lauren & Andrews Taylor. 2022. Everything You Need To Know About Love Bombing and Why It’s Dangerous [daring]. Cosmopolitan. https://www.cosmopolitan.com/sex-love/a26988344/love-bombing-signs-definition/ (DIakses pada 12 April 2022).
Strutzenberg, C. 2016. ‘’Love-Bombing: A Narcissistic Approach to Relationship Formatio’’. Human Development and Family Sciences Undergraduate Honors Theses. Diambil dari https://scholarworks.uark.edu/hdfsrsuht/1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *