Skip to content

Memahami Digital Abuse dalam Hubungan: 

Memiliki hubungan yang sehat dan saling membangun tentu menjadi impian kita. Namun, di era yang semakin pesat dengan perkembangan teknologi ini, gak jarang terjadi bentuk kekerasan baru yang disebut dengan kekerasan digital. Apa itu kekerasan digital, ciri-ciri, dan cara menghadapinya? Simak selengkapnya di pembahasan berikut, yuk!

Mengenal Digital Abuse
Digital abuse diartikan sebagai bentuk kekerasan dengan menggunakan perantara teknologi. Kekerasannya sendiri disalurkan melalui pesan atau telpon yang berisikan pelecehan, olokan, hingga ancaman. Secara umum, digital abuse sering terjadi pada hubungan yang terjadi di kalangan remaja, namun tidak jarang hal ini juga terjadi di aplikasi kencan online.

Melansir dari pernyataan Psikolog Ikhsan Bella Persada di klikdokter, pelaku digital abuse melakukan kekerasan tersebut dengan maksud untuk mendominasi pasangan. Apabila melihat dari sisi psikologis, pelaku merasa bentuk komunikasi yang efektif pada pasangannya adalah dengan mengancam dan menekan. Melalui tindakan tersebut, pelaku merasa bisa mendapatkan keinginannya dengan lebih cepat dan sesuai harapan.

Ciri-Ciri Tindakan Digital Abuse

1. Sering mengancam atau memaki pasangan.

Pelaku digital abuse sering mengancam atau memaki pasangannya apabila keinginannya tidak terpenuhi. Tidak jarang, pelaku jadi lebih mudah tersulut emosi karena hal-hal kecil sehingga lebih mudah mengancam dan memaki pasangannya

2. Mengontrol sosial media pasangan.

Dari kebiasaan mengancam pasangan, pelaku juga cenderung memainkan peran dominan untuk mengontrol sosial media pasangan seperti mengecek pesan yang masuk atau orang-orang di follow oleh pasangan.

3. Memaksa pasangan melakukan hal di luar consent.

Sikap pelaku digital abuse yang memiliki ego tinggi dan emosional juga mendorongnya untuk memaksa pasangan melakukan hal yang sesuai dengan keinginannya. Paksaan tersebut seringkali mengabaikan consent pasangan sehingga bisa meimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan korban mulai dari sexting hingga memaksa mengirimkan foto-foto eksplisit.

Melepaskan Diri dari Jeratan Digital Abuse
Jika kamu atau kenalanmu menjadi korban dari digital abuse, jangan ragu untuk melawan atau mencari bantuan ke pihak yang dapat dipercaya. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan apabila mengalami atau melihat orang lain menjadi korban digital abuse:

  1. Tetapkan batasan dengan jelas dan tegas.

Jika pasanganmu memaksa untuk mengontrol sosial media atau memintamu melakukan hal-hal yang kurang nyaman, tolaklah dengan lantang. Kamu berhak menentukan batasan atas privasi dan ruang pribadimu


2. Putuskan hubungan dengan pasangan.

Apabila kamu merasa tindakan pasanganmu mulai melewati batas dan mengusik kehidupanmu, maka kamu berhak untuk memutuskan segala jenis hubungan dengan pasangan. Digital abuse adalah salah satu jenis hubungan beracun,, jadi jangan kurung dirimu terlalu lama di dalam hubungan ini.

3. Laporkan ke lembaga bantuan atau pihak berwajib.

Pasangan mulai mengancam untuk mengumbar aib atau mengusik keamananmu? Segera laporkan ke lembaga bantuan hukum atau pihak berwajib. (Melisa N)

Referensi:
Anastasia, Tamara. 2020. Digital Dating Abuse, Kekerasan ‘’Modern’’ kepada Pasangan [daring]. Klikdokter. Tersedia dalam https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3645825/digital-dating-abuse-kekerasan-modern-kepada-pasangan (Diakses pada 13 April 2022).
Gordon, Sherri. 2021. What Teens and Parents Need To Know About Digital Abuse [daring]. Verywell Family. Tersedia dalam https://www.verywellfamily.com/teens-and-digital-dating-abuse-5100828 (Diakses pada 13 April 2022).
Love Is Respect. t.t What Is Digital Abuse? [daring]. Tersedia dalam https://www.loveisrespect.org/pdf/What_Is_Digital_Abuse.pdf (Diakses pada 13 April 2022).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *