Skip to content

Kiat Move on dari Perselingkuhan

Young Women Travel Together Concept

Sebab Akibat Perselingkuhan
Perselingkuhan adalah pelanggaran kesepakatan antara pasangan mengenai ranah seksual dan/atau emosional mereka. Perselingkuhan terjadi ketika pasangan tidak diberi tahu atau tidak menyetujui perbuatan yang sudah dilakukan oleh pasangan yang lain. Komunikasi dan persetujuan yang jujur di antara pasangan bukanlah contoh perselingkuhan. Dengan kata lain, apa yang dianggap seseorang sebagai perselingkuhan bisa berbeda dengan orang lain, tergantung dengan kesepakatan masing-masing dengan pasangannya.


Utamanya, perselingkuhan disebabkan oleh kurangnya kepuasaan emosional atau seksual. Kebutuhan kasih sayang, validasi perasaan, komunikasi jujur, keamanan, dan keintiman yang tidak terpenuhi memungkinkan hubungan tersebut rentan dengan perselingkuhan. Selain itu, faktor pribadi yang berkontribusi terhadap perselingkuhan yaitu ketidakbahagiaan dan ketidakpercayaan diri. Dengan melakukan perselingkuhan, mereka mendapatkan sensasi yang meningkatkan ego. Pada akhirnya, penyebab perselingkuhan bervariasi dengan faktor kondisi hubungan dan kondisi pribadi yang saling memengaruhi.

Lalu, bagaimana dampak perselingkuhan bagi orang yang diselingkuhi? Orang tersebut dimungkinkan untuk mengalami reaksi emosional yang intens: merasa kehilangan, trauma, dan dikhianati. Selain itu, mereka bisa mengalami reaksi stres akut dan berhenti berolahraga atau makan berlebihan hingga memengaruhi kondisi fisik mereka.

Mengapa sulit Move On?
Ketika mengandalkan seseorang untuk memenuhi kebutuhan emosional dan keamanan, perselingkuhan yang mereka lakukan bisa menyebabkan tekanan emosional dan trauma berkepanjangan. Efek emosional yang ditimbulkan berupa kehilangan rasa keberhargaan diri, mati rasa, marah, sulit memercayai orang lain, kesulitan mengontrol emosi, dsb. Akan tetapi, setelah merasakan efek yang merugikan diri tersebut, mengapa kita tetap merasa kesulitan untuk move on dari pasangan yang berselingkuh?


Ego terluka
Ego kita menjadi bertanya-tanya: “Mengapa dia tidak bisa bersama saya seorang saja? Apakah saya melakukan kesalahan? Apa yang kurang dari saya?”
Menyalahkan diri sendiri
Kita mencoba menganalisis pertanyaan tersebut secara berlebihan, mengembangkan perasaan bersalah, lalu menyalahkan diri sendiri dan membuat skenario, “Seandainya saya lebih cantik, lebih baik, dst .…”
Sensasi sakau akibat reaksi kimia
Reaksi kimia karena cinta sama adiktifnya dengan obat-obatan. Putus cinta juga memberikan efek sakau lalu menimbulkan pikiran obsesif (memikirkan segala cara untuk mendapatkan kembali adiksi tersebut).
Stres
Putus cinta dan perselingkuhan memicu timbulnya kembali trust issue, stres, kecemasan, dan masalah psikologis yang sebelumnya pernah dialami atau belum pernah dialami.
Penolakan menyakitkan
Kita memiliki keinginan bawaan biologis untuk diterima di suatu lingkungan. Perpisahan dan pengkhianatan (menyiratkan penolakan dari lingkungan) menimbulkan efek awal shock, sebelum mampu memproses dan menerimanya.


Mengatasi Keadaan
Apabila kamu sedang mengalami break up karena masalah perselingkuhan dan sedang mencari cara untuk move on, berikut kiat-kiat yang dapat dilakukan.
– Merefleksikan perasaan bersalah-menyalahkan diri sendiri dan mantan
– Ambil waktu untuk berduka dan pulih
– Mengelola pemikiran obsesif
– Mengambil jarak dari dia
– Mencari dukungan

(Rheandita Vella Aresta)

Referensi:
https://www.choosingtherapy.com/infidelity/
https://www.relationshipsnsw.org.au/recovering-from-cheating-ex/
https://www.healthline.com/health/mental-health/betrayal-trauma#recovery
https://www.huffpost.com/entry/why-is-it-so-hard-to-get-_3_b_12422508

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *