Silent Treatment in Relationship

Dalam sebuah hubungan, perdebatan dengan pasangan adalah hal yang mungkin saja terjadi. Namun, jika pertengkaran yang terjadi berlangsung sering dan pasangan kerap melakukan silent treatment, hal ini menunjukkan bahwa relasi tengah berada dalam spektrum yang tidak sehat.


Tindakan silent treatment tidak hanya dapat terjadi dalam hubungan asmara, tetapi juga bisa terjadi dalam pertemanan, sesama rekan kerja, hingga keluarga. Tentunya, sikap seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah karena komunikasi tidak terbangun dan justru menimbulkan kecanggungan di antara kedua belah pihak.

Namun, mengapa silent treatment terjadi? Well, tindakan ini dapat muncul akibat reaksi cepat seseorang yang merasa marah, frustasi, ataupun lelah terhadap masalah yang dihadapinya. Tapi, tahukah kamu bahwa silent treatment dapat menjadi bentuk kekerasan emosional saat satu orang menggunakannya untuk mengontrol atau memanipulasi yang lain?


Berikut adalah beberapa alasan lain mengapa seseorang kerap melakukan silent treatment:

  1. Menghindarkan Diri
    Bagi beberapa orang, silent treatment adalah manifestasi dari ketidakmampuan seseorang untuk cepat tanggap dalam merespon suatu masalah yang terjadi. Sehingga, mereka cenderung bersikap diam karena tidak dapat berbicara segera dan memilih menghindari konflik yang ada.
  2. Bentuk Komunikasi
    Silent treatment juga dapat menjadi kecenderungan cara berkomunikasi seseorang. Tindakan seperti ini dilakukan jika seseorang kerap kesulitan untuk mengungkapkan perasaannya dan kemudian memilih diam.
  3. Hukuman
    Ada juga seseorang yang kerap menggunakan silent treatment sebagai bentuk hukuman terhadap pasangannya. Tindakan seperti ini dapat menggambarkan bentuk emotional abuse.

Lalu Apa Efek Silent Treatment yang Berulang Terhadap Hubungan?


Dalam sebuah hubungan, tindakan yang paling tepat saat terjadi konflik adalah dengan membangun komunikasi untuk menemukan jalan keluar. Sementara seseorang yang menarik diri untuk tidak membicarakan masalah yang terjadi, akan membuat pihak lainnya merasa frustasi karena tidak ada bentuk penyelesaian masalah yang nyata.

Bagaimana pun juga, silent treatment dapat berdampak kepada keharmonisan suatu hubungan, walaupun niat dari melakukan sikap ini adalah untuk sekedar menghindarkan diri. Jika seseorang sering melakukan sikap silent treatment terhadap pasangannya, cepat atau lambat keadaan tidak nyaman dapat terjalin di antara keduanya.


Kapan Silent Treatment Bisa Dianggap Kekerasan?
Diam tidak selalu hal yang negatif. Terkadang jeda diperlukan saat konflik bersama pasangan terjadi. Tujuannya untuk introspeksi diri atau menghindari konflik yang lebih besar. Namun di sisi lain, tindakan silent treatment yang berulang dan dimaksudkan untuk menghukum serta mengontrol lawan bicara dapat berpotensi menjadi bentuk kekerasan psikis ketika :
● Niat pelaku adalah untuk menyakiti.
● Kesunyian yang terjadi berlangsung dalam waktu lama atau sering berulang.
● Pelaku sengaja mencari dukungan atau pembenaran untuk tindakan penghukuman dalam diam yang mereka lakukan.
● Pelaku membuat keheningan untuk melimpahkan kesalahan terhadap pasangan mereka dan membuat pasangannya merasa bersalah.
● Pelaku membuat keheningan untuk memanipulasi pasangannya dan mengubah perilaku mereka sesuai keinginan.


Bagaimana Cara Mengatasi Silent Treatment?
a) Bangun komunikasi terbuka
Memilih untuk turut mendiamkan pasangan sebagai bentuk balas dendam adalah bukan solusi yang tepat. Lakukan komunikasi perlahan dengan mengajak pasanganmu berbicara, dengarkan apa yang mereka keluhkesahkan dan cobalah mencari solusi untuk kepentingan bersama.
b) Menjelaskan bahwa situasi ini tidaklah nyaman
Saat sudah berhasil mengajak pasangan berbicara, jelaskan kepadanya bahwa situasi yang sedang dialami kamu dan dia sangat tidak nyaman. Ceritakan kepada pasanganmu mengenai kesulitan yang kamu rasakan saat dia mendiamkanmu. Jujur dengan perasaan adalah hal penting ketika menjalin sebuah hubungan.
c) Hindari saling menyalahkan
Sikap dewasa sangat dibutuhkan di situasi seperti ini. Terlebih ketika pasanganmu bersikap diam bukan untuk menghukum, melainkan untuk melakukan introspeksi diri atau mencerna permasalahan yang terjadi agar tidak menimbulkan konflik yang lebih serius. Sekali lagi, komunikasi adalah hal penting, saat pertama mengajaknya berbicara setelah jeda sunyi berlangsung, hindari berlaku agresif dan langsung menyudutkan lawan bicara. (fthasz)

Sumber:
Halodoc. 2020. Mengenal Silent Treatment dan Efeknya pada Sebuah Hubungan. Artikel. Diakses
pada tanggal 9 November.
Laras (Berkeluarga.id). 2021. Silent Treatment: Diam yang Berujung Toxic Relationship. Artikel. Diakses pada tanggal 9 November 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *