Oh Mama Oh Papa, Mengapa Aku Begini?

Pernahkah kamu bingung kenapa bisa berada di abusive relationship? Sebagai survivor dari abusive relationship, kita mungkin seringkali mempertanyakan mengapa bisa tertarik dengan pasangan yang abusive. Apakah perilaku orang tua kita memberikan pengaruh secara tidak langsung terhadap perilaku kita di hubungan romantis kemudian? Simak informasinya berikut ini:

  1. Perilaku orang tua menjadi contoh
    Manusia lahir ke dunia tanpa pengetahuan apapun. Oleh karenanya, seorang bayi belajar mengenal dunia melalui caranya berinteraksi dan mengamati orang tua mereka. Tentunya akan sangat bagus apabila orang tua kita bisa menjadi contoh yang baik dengan mampu berkonflik sehat dan memberikan cinta tanpa syarat. Akan tetapi, apabila sosok orang tua cenderung menggambarkan pola manipulasi dan tidak mampu menyelesaikan konflik dengan baik, ada kemungkinan seorang anak bisa melihatnya sebagai hal normal. Pola ini kemudian dapat terbawa ke hubungan romantis dan membuat kita tidak terbiasa membangun hubungan romantis yang sehat.
  1. Perilaku orang tua mempengaruhi attachment style
    Attachment style bisa diartikan sebagai pola atau cara seorang manusia berhubungan dengan orang lain. Selama bertahun-tahun, penelitian psikologi telah membuktikan bahwa attachment style turut mempengaruhi perilaku manusia dalam hubungan romantis dan parenting. Attachment style pertama kali dibentuk dengan interaksi seseorang bersama orang tuanya yang nantinya akan dibawa hingga dewasa. Layaknya permainan Jenga atau Uno Stacko, apabila terlalu banyak lubang di bagian pondasi menara, akan sulit untuk menyusun menara yang tinggi. Contohnya ketika orang tua memiliki secure attachment, mereka akan mengusahakan agar anak merasa aman dan dipahami. Perasaan ini akan terbawa hingga anak-anaknya merasa aman, memiliki kesadaran diri yang sehat, kepercayaan, serta empati. Namun, apabila orang tua belum mampu merespons dan memberikan rasa aman kepada anak-anak mereka. Ada kemungkinan seorang anak tumbuh menjadi manusia yang emotionally unavailable atau mungkin terlalu clingy.
  1. Perilaku orang tua mempengaruhi identitas kita
    Apabila kita memiliki trauma di masa kecil, ada kemungkinan hal tersebut dapat mempengaruhi identitas kita. Identitas diri yang dimaksud bukan hanya yang tertera di KTP, SIM atau kartu keluarga, melainkan perasaan seseorang mengenai diri mereka sendiri, perasaan bahwa mereka cukup baik, perasaan aman, keberhargaan diri, dan juga kesadaran akan perasaan yang sedang mereka alami.

Misalnya saja, apabila orang tua seringkali membandingkan pencapaian anak-anak mereka secara tidak realistis, mereka tidak dapat memberikan landasan kepercayaan diri dan penerimaan diri kepada anak-anak mereka. Sehingga ada kemungkinan sang anak merasa mereka memiliki kekurangan besar yang tidak akan pernah bisa diatasi. Hal ini bisa membuat sang anak lebih mudah dieksploitasi dalam hubungan romantis ke depannya.

Selain ketiga faktor tersebut, masih banyak lagi perilaku orang tua yang dapat memberikan dampak kepada perilaku kita di hubungan romantis. Perilaku yang sama dari orang tua juga bisa memberikan efek yang berbeda-beda pada setiap orang, sehingga tidak ada tolak ukur yang pasti.

Lalu bagaimana jika pengaruh perilaku orang tua dahulu ternyata mewarnai hubungan romantis kita secara unhealthy kini? Well, kepribadian kita mungkin saja dibentuk dari training selama bertahun-tahun, tapi selalu ada harapan untuk retraining. Mulai dengan melakukan self-care secara rutin, mencari support system yang kamu percayai, maupun dengan meminta bantuan profesional. Jadi, selalu ada celah harapan di masa yang terasa sulit dan niscaya usaha tidak akan mengkhianati hasil. Semangat terus, ya! (Jesika Juliana)

Sumber:
Brown, N. W. (2008). Children of the self-absorbed: A grown-up’s guide to getting over narcissistic parents. New Harbinger Publications.

Carnes, P. J. (1997). Betrayal Bond, Revised: Breaking Free of Exploitive Relationships. Health Communications, Inc.

Sarkis, S. M. (2018). Gaslighting: Recognize Manipulative and Emotionally Abusive People and Break Free. Hachette, UK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *