Menerima dan Mengenal Diri Melalui Self-Forgiveness

Mempraktekkan self-forgiveness memang tidak semudah teori, tapi bukan berarti langkah-langkah kecil dalam mempraktekannya tidak berarti. Seperti pepatah sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, langkah dalam melakukan self-forgiveness juga dilakukan melalui langkah kecil yang dilakukan secara bertahap dan pasti.


Memaafkan orang lain mungkin terlihat umum bagi sebagian banyak orang, namun tahukah kamu bahwa memaafkan juga bisa ditujukan untuk diri kita sendiri? Aktivitas tersebut dikenal dengan self-forgiveness. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan bagaimana diri kita sendiri mampu merelakan, melepaskan, dan menerima kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan oleh diri kita sendiri seutuhnya. Definisi mengenai self-forgiveness sendiri banyak dibahas di beberapa literatur psikologi atau filsafat.


Menurut Margaret R. Holmgren dalam tulisannya yang berjudul Self-Forgiveness and Responsible Moral Agency, self-forgiveness didefinisikan sebagai bentuk niat baik yang ditujukan diri sendiri untuk membersihkan pikiran dari segala bentuk kebencian dan rasa sakit hati yang diakibatkan oleh kesalahan diri sendiri. Melalui memaafkan diri sendiri, kita juga mengembalikan kembali self-respect (kehormatan diri sendiri) dengan mengenal diri lebih dalam dan menyadari bentuk-bentuk emosi negatif yang bisa dikurangi dan mengubahnya menjadi bentuk pemikiran-pemikiran yang lebih positif.


Dari definisi tersebut, kita bisa melihat bagaimana kekuatan dari memaafkan diri sendiri dapat berdampak baik bagi kesehatan mental sekaligus memelihara hubungan kita dengan orang-orang terdekat. Memaafkan diri sendiri bukan berarti memperlihatkan diri kita sebagai orang yang lemah, rapuh, dan tidak memiliki perasaan yang kuat. Ketika kita memaafkan diri sendiri, berarti kita telah berhasil mencapai titik refleksi diri untuk menerima sikap atau perilaku yang pernah kita lakukan, menerima hal yang pernah dilakukan di masa lalu, dan tidak menjadikan kesalahan masa lalu sebagai penghalang untuk melanjutkan hidup.


Mempraktekkan self-forgiveness memang tidak semudah saat menjelaskannya secara teori, tapi bukan berarti langkah-langkah kecil dalam mempraktekannya tidak berarti. Melansir dari Verywell Mind, berikut empat langkah yang bisa kita lakukan untuk mempraktekkan self-forgiveness:


Menerima Tanggung Jawab Atas Kesalahan yang Diperbuat

Meskipun memaafkan diri sendiri berkaitan dengan kegiatan melepaskan kesalahan-kesalahan di masa lalu, bukan berarti kita melepaskannya tanpa melalui proses yang mindful. Self-forgiveness mengajarkan kita untuk bisa menghadapi kesalahan yang telah diperbuat dan menerima hal tersebut dengan penuh tanggung jawab tanpa berusaha membuat kesalahan yang kita perbuat dengan alasan-alasan lain untuk membenarkan tindakanmu. Dengan menerima dan menerima tanggung jawab atas kesalahan yang kita perbuat, kita bisa melepaskan energi-energi negatif yang membelenggumu.


Mengekspresikan Penyesalan Secara Utuh dan Jujur

Setelah menerima tanggung jawab atas kesalahan yang kita perbuat, kita bisa mengekspresikan atau merefleksikan perasaan bersalah dan penyesalan seluas mungkin. Mengekspresikan penyesalan bukan berarti terus menerus berlarut atas kesalahan yang diperbuat, tapi lebih mengungkapkan perasaan secara jujur sebagai bentuk refleksi diri untuk menjadi orang yang lebih baik kedepannya.


Mengembalikan Kepercayaan Diri

Mengembalikan kepercayaan diri sangat penting untuk bisa mendukung perkembangan untuk menjadi orang yang lebih baik. Kita bisa membangun kepercayaan dirimu dengan aksi-aksi nyata yang dapat menuntunmu untuk menjadi pribadi yang meminimalisir tindakan-tindakan kesalahan sekaligus membangun pola pikir yang lebih positif.


Fokus Pada Pembaruan

Terkungkung pada emosi negatif yang membuatmu terjebak pada perasaan bersalah dan kebencian yang terlalu lama bisa merusak kepercayaan diri dan motivasi untuk mengembangkan diri. Seperti halnya menyusun kembali balok yang pernah runtuh, kita bisa membangun kembali susunan balok-balok tersebut menjadi pembaruan yang lebih baik dan rapi. Pembaruan tersebut bisa kita pelajari dengan pengalaman dari kesalahan yang telah dibuat sambil mencari tahu hal seperti apa yang bisa mencegahmu untuk melakukan hal yang sama di masa mendatang nanti.


Memaafkan diri tidak hanya soal melepaskan dan mengikhlaskan kesalahan-kesalahan yang pernah kita perbuat di masa lalu, namun juga berkaitan dengan bagaimana kita bisa menerima dirimu seutuhnya sebagai manusia yang tidak sempurna dan tidak luput dari kesalahan. Jangan malu untuk mengakui kesalahan, dekap erat kesalahanmu, dan kenali dirimu lebih baik (Melisa N)


Sumber:
Cherry, Kendra. 2021. Taking the Steps to Forgive Yourself [Online]. https://www.verywellmind.com/how-to-forgive-yourself-4583819#:~:text=Forgiving%20yourself%20is%20about%20more, It’s%20also%20the%20hardest%20step. (Diakses pada 30 Oktober 2021).
Engel, Beverly. 2017. Healing Your Shame and Guilt Through Self-Forgiveness [Online]. https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-compassion-chronicles/201706/healing-your-shame-and-guilt-through-self-forgiveness (Diakses pada 30 Oktober 2021).
Hall, Julie & Fincham, Frank. (2005). Self-Forgiveness: The Stepchild of Forgiveness Research. Journal of Social and Clinical Psychology. J SOC CLIN PSYCHOL. 24.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *