Mengenal Gaslighting

Kita mungkin familiar dengan istilah manipulasi, namun tidak dengan gaslighting. Nah, gaslighting dipahami sebagai kondisi atau situasi dimana pelaku memanipulasi korban untuk mempertanyakan nilai kebenarannya dan gaslighter memiliki tujuan untuk menciptakan lingkungan yang akan menyebabkan korban merasa bersalah terhadap perbuatan yang sebenarnya tidak dilakukan.


Gaslighting merupakan bentuk strategi manipulasi yang memanfaatkan psikologis korban sehingga pelaku dapat mengendalikan bagaimana korbannya berpikir serta bertindak agar pelaku memperoleh apa yang dia mau tanpa harus memohon ataupun mengkomunikasikannya secara langsung. Dalam melakukan tindakannya, pelaku gaslighting memilih menggunakan strategi tersebut dibandingkan mengkomunikasikannya secara terbuka dengan korbannya. Oleh sebab itu korban sering tidak menyadari jika dia menerima perlakuan manipulasi.

Lalu, bagaimana caranya agar kita tahu red flags tindakan gaslighting?

  1. Meragukan diri sendiri
    Ini adalah keadaan umum yang terjadi jika dalam pengaruh manipulasi, kita akan sering meragukan diri sendiri dalam menentukan pilihan, baik pilihan di dalam hubungan maupun di luar hubungan serta sering merasa bersalah.
  2. Lebih mempertanyakan keputusanmu dibanding keputusan pasanganmu
    Dalam hubungan manipulatif seperti ini, kita akan secara tidak sadar selalu percaya pada keputusan pasangan dibandingkan dengan keputusan diri sendiri. Sekali lagi, merasa tidak percaya diri dan terus-menerus mempertanyakan serta meragukan keputusan sendiri adalah red flags.
  3. Merasa insecure
    Ini adalah pertanda klasik pada hubungan yang diwarnai oleh gaslighting. Hal ini akan sangat berpengaruh kepada keyakinanmu terhadap diri sendiri dan secara lama kelamaan kita akan kehilangan warna diri dan identitas sejati kita.
  4. Meminta maaf secara terus menerus
    Karena pikiran selalu terbayangi bahwa kita yang salah, maka tidak aneh jika tindakan yang akan sering kita lakukan adalah meminta maaf secara terus menerus. At some point, kita mungkin akan minta maaf tidak peduli siapa yang sebenarnya salah.
  5. Argumen yang kamu lontarkan selalu berakhir berputar-putar
    Dalam hubungan seperti ini, tidak jarang setiap argument yang kita ucapkan akan selalu berputar-putar di tempat yang sama sehingga argumen kita masing-masing tidak tersampaikan dengan baik.
  6. Kamu selalu memaklumi kesalahannya di depan keluarga dan teman-temanmu
    Dalam fenomena gaslight, besar kemungkinan orang disekitarmu yang justru akan merasakan bahwa ada yang salah dengan pasanganmu. Mereka akan merasakan bahwa hubungan kalian tidak baik. Namun, seseorang dalam pengaruh gaslighting bisa saja justru meminta support system nya memaklumi tindakan pelaku.
  7. Mulai berbohong untuk menghindari konfrontasi dengan pasangan
    Karena seringkali berargumen tanpa menemukan titik penyelesaian yang tepat, kita justru mulai berbohong untuk menghindari perdebatan yang akan terjadi. Dan hal ini dilakukan korban dengan maksud agar pelaku tidak semakin marah. (fthasz)

Sumber:
Kenali Apa Itu Gaslighting – Yayasan Pulih. Artikel Diakses pada tanggal 31 Oktober 2021 pukul 18.00

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *