Cemburu Tanda Sayang?

Berawal dari menyaksikan kisah romansa dalam sinetron di televisi, kita mungkin dapat membentuk persepsi mengenai hubungan cinta yang dianggap ‘benar’. Akibatnya, tidak jarang seseorang menganggap cinta berarti membolehkan pasangan untuk membatasi pertemanan kita, mengecek media sosial kita secara intens, dan menginterogasi dengan penuh curiga setelah kita pergi hangout dengan selain dia. Kita pikir, pasangan melakukan hal tersebut karena memiliki rasa sayang yang amat besar kepada kita. Well, terlihat sangat romantis?


Contoh-contoh perilaku di atas kerap berakar dari perasaan cemburu. Apa itu cemburu? Cemburu merupakan suatu emosi kompleks yang meliputi perasaan tidak aman, waspada, marah, cemas, dan takut ditinggalkan oleh seseorang karena adanya pihak ketiga. Tapi tahukah kamu bahwa sebenarnya rasa cemburu bukanlah disebabkan oleh perasaan cinta? Selama ini kita mungkin merasa bahwa cemburu hadir karena rasa cinta dan takut kehilangan seseorang. Namun sejatinya cemburu justru berhubungan dengan perasaan insecure dan rendahnya self-esteem diri kita sendiri. Di sisi lain, rasa cemburu yang membuncah juga dapat hadir sebagai penyulut kemarahan dan justru dapat melenyapkan rasa cinta di dalam hubungan.

Oleh karena itu, sama seperti perasaan sedih yang bisa kita kelola agar tidak menghambat produktivitas, kita juga dapat mengelola perasaan cemburu dengan bijak agar tidak menimbulkan bahaya bagi hubungan dengan pasangan. Berikut ini hal-hal yang dapat kita lakukan ketika perasaan cemburu muncul:

  1. Menenangkan diri dengan mengatur pernapasan serta mengingatkan diri bahwa perasaan bukanlah kenyataan. Merasa pasangan tertarik dengan orang lain, bukan berarti mereka benar-benar tertarik dengan orang lain. Alih-alih memendam kebingungan dan perasaan tidak aman, komunikasikan apa yang kamu rasakan pada pasangan.
  2. Ketika mengetahui bahwa perasaan cemburu kita tidak berdasar dan tidak rasional setelah berkomunikasi dengan pasangan, lebih baik sibukkan diri dengan mengerjakan sesuatu yang mengalihkan fokus perhatian, seperti bekerja atau belajar.
  3. Apabila perasaan tersebut terlalu menganggu hingga membuat kamu tidak bisa melakukan aktivitas lain secara normal, tanyakan pada diri sendiri mengapa perasaan itu bisa muncul dan apa dampaknya bagi kamu. Apakah memperbesar jalinan cinta dalam hubungan kalian atau malah merenggangkannya? Apakah diri sendiri merasa kurang dan tidak pantas untuk pasangan sehingga kita merasa tidak aman? Mengapa kita tidak bisa mempercayai pasangan? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita bisa mengetahui apa masalah sebenarnya.
  4. Berkonsultasi ke psikolog jika kamu merasa kesulitan mengurai apa yang sedang terjadi atau membutuhkan teman diskusi yang professional.

Lalu, Bagaimana Bila Pasangan Kita yang Kerap Cemburu?
Cara mengatasinya adalah dengan mengajak pasangan berdiskusi dan membuat kesepakatan. Komunikasikan ketidaknyamanan yang kamu rasakan karena tindakan cemburu pasangan dan solusi yang kamu tawarkan. Kamu bisa menanyakan apa alasan pasangan yang suka mengecek media sosial dan mengungkapkan bahwa kamu tidak nyaman karena merasa tidak dipercaya. Bila ternyata dia merasa insecure dengan teman-teman kamu, tanya lebih jauh mengapa insecure itu bisa muncul. Mungkin karena trauma masa kecil atau memiliki anggota tubuh yang tidak disukai. Ajak juga pasangan untuk mencari solusi, seperti membuat daftar apa saja yang boleh dan tidak boleh kalian lakukan dalam hubungan dan pertemanan dengan lawan jenis serta mengajaknya ke psikolog untuk menangani traumanya. Kamu juga perlu memberi perhatian atau afeksi yang lebih dalam menemani pasangan melewati masa-masa berprosesnya.


Ternyata, mendiskusikan perasaan negatif lebih baik daripada memendam dan memeliharanya, bukan? Dengan berdiskusi, kita merasa lebih ringan karena sudah berbagi perasaan, membuat pasangan merasa dipercaya, mempererat hubungan karena menjadi lebih saling memahami, dan tentunya mencegah bahaya-bahaya yang dapat ditimbulkan oleh perasaan cemburu tersebut. (Rheandita Vella Aresta)

Sumber:
https://www.google.com/amp/s/www.sehatq.com/artikel/cemburu-tanda-sayang-ini-cara-menghilangkan-cemburu/amp
https://www.goodtherapy.org/learn-about-therapy/issues/jealousy
https://www.joinonelove.org/learn/unhealthy-relationship-behaviors-series-jealousy/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *