Setelah Pisah, Apa yang Harus Dilakukan?

      Terkadang keputusan kita untuk berpisah tidak serta merta mengakhiri resiko kekerasan yang kemudian kamu alami. Kalau sudah begini, ada baiknya kamu mengingat beberapa langkah keamanan di bawah ini. Gak rugi ‘kan kalau kita berjaga-jaga demi keamanan?
1. Lalui Rasa Sedih Dengan Berani
Setelah putus, kamu bisa saja merasakan kesedihan yang mendalam. Rasa sedih ini tidak serta merta dikarenakan kepergian mantan, tapi bisa juga karena pola kekerasan yang selama ini kamu alami bersamanya. Itu hal yang sangat wajar. Hadapi dan lalui rasa sedih dengan dewasa. Ini adalah bagian dari proses yang perlu kamu jalani.
2. Sampaikan Kekhawatiranmu Pada Orang Terdekat
Jika kamu merasa mantan pasanganmu masih mengancam keselamatan, jangan sungkan untuk menyampaikan hal tersebut pada orang terdekat. Mereka bisa saja menjadi penyelamat saat dibutuhkan.
3. Hindari Menjalin Komunikasi Kembali
Meski pun kamu memiliki ribuan alasan untuk berkomunikasi dengannya kembali. Atau justru mantan kamu yang berulang kali menghubungi, jangan tanggapi sampai keadaan emosimu benar-benar stabil. Ia mungkin saja memanipulasimu dengan ancaman, bujuk rayu dan rasa bersalah agar  mau kembali padanya.
4. Jalin Hubungan Yang Dekat Dengan Keluarga & Teman
Keep friends or family close. Selalu kabari keberadaanmu pada mereka. Karena pada akhirnya mereka lah yang benar-benar peduli dengan kebahagiaan dan keselamatanmu.
5. Dokumentasikan Bukti
Meski sudah berpisah, jangan terlalu cepat menghapus seluruh bukti kekerasan yang pernah mantan pasangan lakukan padamu. Mendokumentasikan bukti akan selalu jadi pengaman yang baik jikalau eskalasi kekerasan tetap memuncak setelah kamu berpisah dengannya.
    Dalam diskusi HelpNona dengan Lembaga Bantuan Hukum APIK Jakarta, dijelaskan pula tentang proses pendokumentasian kasus yang masuk ke LBH APIK Jakarta. Proses pendokumentasian kasus yang masuk biasanya dimulai dengan sesi konsultasi hukum, termasuk upaya penguatan untuk penyintasnya. Selain itu bukti-bukti yang selama ini kamu dokumentasikan akan sangat berguna apabila kamu memutuskan untuk memproses kasus yang tengah kamu hadapi ke ranah hukum. Namun demikian, banyak juga kasus kekerasan oleh pasangan yang diselesaikan lewat mediasi. Apa pun keputusanmu, pastikan bahwa kamu siap berdaya untuk mengentas kekerasan yang ada. Kamu selalu punya pilihan dan orang di sekitarmu mestinya menghargai keputusan tersebut. Semangat!
Source Partner:
Lembaga Bantuan Hukum APIK Jakarta
Special thanks to Ibu Ratna Batara Munti & Ibu Tari
http://www.lbh-apik.or.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *