Safety Plan

      Tahukah kamu bahwa momen meninggalkan hubungan  yang penuh kekerasan bisa menjadi saat yang sangat riskan? Menurut Daniel Laihad dari SOS Safety Community, untuk bisa survive dalam pola relasi penuh kekerasan diperlukan pola pikir yang berdaya. Safety mindset ini sebenarnya pola kompleks terkait cara berpikir di segala aspek. Dengan mental yang kuat, self esteem kita akan naik dan kemungkinan untuk keluar dari pola kekerasan pun lebih besar. Nah selain safety mindset, ada satu hal lagi yang juga kamu perlukan untuk keluar dari hubungan  yang gak sehat. Safety plan atau perencanaan keamanan dapat dipersiapkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Nyatanya, safety planning really can save you or your loved one’s life! Berikut adalah beberapa ulasan tentang apa itu safety plan dan bagaimana kita mempersiapkannya:
       Apa Itu Safety Plan?
    Safety plan adalah tuntunan untuk mengurangi kemungkinan resiko kekerasan oleh pelaku. Biasanya berisi panduan keselamatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pemiliknya on daily basis. Ada baiknya kita mempertimbangkan beberapa aspek yang perlu kamu putuskan jika sedang dalam keadaan darurat. Misal, sudahkah kamu memasukkan nomor kontak pihak keamanan terdekat di rumahmu jika terjadi hal yang mengancam keamanan? Sudahkah kamu memasukkan nomor kontak orang terdekatmu ke speed dial?  Atau, sudahkah kamu memikirkan jalan keluar teraman jika keadaanmu sedang terdesak di rumah?
       Bagaimana Cara Membuat Safety Plan?
   Kamu bisa membuatnya sendiri dalam bentuk tulisan tangan, diketik di notebook dan smartphone, atau mengisi safety plan yang didesain oleh HelpNona ini. Safety plan juga tidak selalu harus dituangkan dalam tulisan, lho. Dengan kamu memikirkan langkah-langkah yang dapat dilakukan serta mengingatnya pun sebenarnya sudah cukup membantu. Soalnya saat keadaan terdesak seseorang berkecenderungan panik, sehingga akan melakukan hal yang sebelumnya sudah pernah ia ingat.  Tentunya ingatan rencana keamananmu akan sangat membantu, ‘kan?
     Apa Yang Harus Diketahui Tentang Safety Plan?
1. Jawaban dan informasi yang kamu tuangkan harus personal dan sesuai dengan kebutuhan.
2. Simpan di tempat yang aman dan rahasia, namun mudah diakses.
3. Atau untuk berjaga-jaga, kamu bisa juga menghafal informasi yang dianggap paling penting pada safety plan tersebut. Misalnya saja, nomor orang terdekat.

REMEMBER!

      Be Smart & Safe
   SOS Safety Community menjelaskan tips penting jika kamu sedang berdua saja dengan pasangan yang melakukan kekerasan. Dalam ruang tertutup dan keadaan terancam, ada baiknya untuk tidak serta merta membalas luapan emosi pasangan, karena akan segera memicu agresi yang ada pada diri pasangan. Observasi keadaan ruangan, adakah jalan untukmu keluar dari tempat tersebut? Jika ya, segera tinggalkan sebelum kekerasan yang dilakukan semakin memuncak. Namun jika tidak ada cara untuk keluar, carilah timing yang tepat untuk melumpuhkan pasangan yang melakukan kekerasan dengan kunci kendaraan, kunci rumah, dan barang-barang lainnya yang ada di dekat kita. Untuk mengetahui cara penggunaannya bisa mengunjungi website www.sossafetyacademy.com atau Fanpage FB SOS Safety Community ya!
 
      Prepare an Emergency Kit
    Selalu bawa uang tunai, ATM, SIM, KTP, obat-obatan, handphone, charger handphone dan hal-hal esensial bagimu saat berpergian.
 
      Pikirkan Alternatif yang Tidak Diketahui Pelaku
   Entah itu jalan pulang ke rumah atau tempat nongkrong, pikirkan cara untuk menghindari keberadaan pelaku yang mungkin membuatmu tidak nyaman dan aman.
 
      Kabari Orang Terdekat
    Jelaskan pada orang terdekat tentang safety plan yang kamu miliki. Misal, bilang pada orang tuamu bahwa sewaktu-waktu kamu  akan mengirim screenshot order kendaraan online-mu untuk menunjukkan letak keberadaan dirimu saat terdesak atau saat kamu merasa tidak aman.
      Jaga-Jaga Digital
  Tidak ada salahnya bagimu untuk berjaga-jaga pula di dunia maya. Ganti seluruh passwordmu, turn off check in pada social media, atau block nomor pelaku jika pelaku semakin mengancam keselamatanmu.
      Akhirnya, hal terpenting yang harus dipahami adalah bahwa hubungan yang sehat tentu tidak akan menempatkan kita pada posisi mempersiapkan safety plan. Jika kamu sudah bergulat dengan rencana penyusunan safety plan, itu berarti hubunganmu sudah berjalan tidak sehat dan bahkan mengancam keselamatanmu sendiri. Jangan ragu katakan pada dirimu sendiri bahwa #CintaBukanLuka. Karena, gak seharusnya hubungan  membuat kita ketakutan! Setuju?
Source Partner:
SOS Safety Cmmunity
Special thanks to Daniel Laihad
www.sossafetycommunity.com
 
Referensi:
http://www.futureswithoutviolence.org
http://loveisrespect.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *