Move On Dari Hubungan Yang Tidak Sehat

 
Memutuskan hubungan dari seseorang yang kita cintai tidak mudah, meski pun orang tersebut melakukan kekerasan terhadap kita. Ada rasa sesal di hati, rasa marah dan tersakiti, tapi kangen dengan sifat-sifat baiknya, juga terpikir kalau-kalau masih bisa menyelamatkan hubungan yang ada. Perasaan campur aduk ini hal yang wajar ada.
– Astrid Wen M.Psi-
     Memutuskan untuk berpisah dengan pasangan adalah hal yang tidak mudah. Namun jika suatu hari kamu memutuskan  untuk berpisah dengan pasangan, beberapa langkah di bawah ini mungkin bisa membantumu. Did you know? meninggalkan hubungan yang memiliki pola kekerasan bisa jadi sesuatu yang berbahaya dan butuh perencanaan yang baik. Pasanganmu mungkin tidak akan menerima keputusanmu dan kembali melakukan pola kekerasan yang sebelumnya dilakukan. Lalu apa yang sekiranya bisa kita lakukan, ya?
      1. Pertama, Yakinkan Diri
   Apakah kamu siap untuk berpisah dengan pasangan? Lebih lanjut, bagaimana kamu akan menyampaikan keputusan ini padanya? Kamu bisa menimbang hal baik dan buruk apa saja yang ada pada hubungan kalian. Ini akan mengingatkanmu pada alasan awal mengapa kamu memutuskan untuk berpisah.
     2. Sampaikan Pada Orang Terdekat
   Biarkan orang terdekat tahu apa yang ada di benakmu. Buat mereka paham bahwa kamu ingin berpisah dengan pasangan. Sampaikan kebutuhan kamuuntuk didukung oleh mereka, sehingga mereka juga bisa membantu bila ada hal yang tidak diinginkan terjadi.
      3. Minta Ditemani
    Jika kamu merasa penting untuk putus sambil bertatap muka, minta teman atau keluargamu untuk menemani. Mereka bisa memantau dari kejauhan sehingga kamu merasa aman. Apabila kamu merasa tidak aman untuk memutuskan langsung secara tatap muka, jangan mengabaikan perasaan tersebut, ya. Hindari memaksakan diri untuk bertemu langsung, apalagi di tempat sepi yang hanya berdua. Pertimbangkan kemungkinan putus lewat telepon atau lewat pesan.
Berikan waktu bagi diri kita. Hentikan dahulu komunikasi dengan mantan atau orang-orang yang kembali menarik kita ke masa lalu. Cobalah kegiatan/keahlian yang baru, kembali berolahraga, dan menemui teman-teman. Lakukan me-time yang buat kita bahagia. Mundur sejenak agar kita bisa merefleksikan hidup kita dan bertanya, hidup seperti apa yang kamu mau? Karena kamu berhak atas hidup yang lebih baik, di hargai dan dicintai dengan benar oleh pasangan.
-Astrid Wen M.Psi-
    Selain pesan dari psikolog, CeweQuat yang merupakan women’s mentorship & network program through community juga bersedia berbagi tips tentang berpisah dengan pasangan yang kerap melakukan kekerasan. Semoga ini bisa membantumu, ya.
     Kamu mungkin merasa takut untuk keluar dari hubungan ini. Kamu juga mungkin merasa tidak berdaya, tidak berarti dan tak tahu harus bagaimana. Ingatlah bahwa kamu tidak sendiri. Sampaikan perasaan yang kamu rasakan pada orang terpercaya, atau pada inisiatif sosial yang concern pada hal ini seperti HelpNona. Kami semua bisa membantumu.
      Tidak perlu berulang kali meyakinkan pada pasangan tentang alasanmu memilih berpisah. Apalagi berusaha menghibur agar ia bisa lapang dada menerima keputusan ini. Yang sudah-sudah kamu malah akan kembali terjebak dalam hubungan tersebut. Jika sudah putus, berarti usahakanlah cut off communication. Jika mengganggu, hapuslah nomornya dia di HP, stop stalking, stop kepo.
      Feeling lonely after the break up is very normal. Ini bukan berarti kamu tidak sanggup hidup tanpanya. Sibukkan diri dengan kegiatan positif dan jalin hubungan yang lebih baik bersama teman dan keluarga.
Narasumber:
Astrid Wen M.Psi
Source Partner:
CeweQuat
Special thanks to Mbak Bunga Mega
www.cewequat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *