Mengakses Layanan Lembaga Bantuan Hukum

 

     Tahukah kamu bahwa profil korban yang datang mengakses bantuan hukum kasus kekerasan oleh pasangan kebanyakan mengetahui informasinya dari internet atau lembaga mitra lainnya? Bila korban masih belum dewasa, kebanyakan dari mereka didampingi saudara dan keluarganya. Jika sudah dewasa, banyak pula yang datang mengakses layanan hukum sendiri karena anggapan aib dan rasa malu.
 
     Nah, macam kekerasan dalam oleh pasangan sebenarnya sangat beragam. Umumnya dibagi dalam bentuk kekerasan fisik, psikis, seksual, ekonomi, hingga penelantaran yang tak jauh berbeda dengan pembagian dalam Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Beberapa yang mungkin membedakan adalah dalam kekerasan dalam kategori ekonomi. Di mana dalam hubungan romantis banyak terjadi eksploitasi Eksploitasi di sini adalah bagaimana seorang pelaku dengan kamuflase relasi yang khusus, rasa cinta dan sayang memanfaatkan pasangannya untuk memenuhi berbagai kebutuhan Pelaku. Gak sedikit juga ada kombinasi eksploitasi ekonomi dan seksual yang bisa berhubungan erat.
 
     Dalam Catatan Tahunan LBH APIK terbaru, ada juga bentuk-bentuk kekerasan spesifik yang menjadi tren seperti janji palsu iming-iming akan dinikahi, penyebaran foto-foto privat di social media, pemanfaatan ekonomi, hingga pembatasan akses kehidupan seperti dilarang ini itu. Bentuk kekerasan fisik, psikis dan seksual pun nyatanya masih kerap terjadi. Hmm, sedih ya?
  • Jika kamu memutuskan bahwa berkonsultasi dengan pendamping hukum adalah hal yang kamu butuhkan, carilah lembaga bantuan hukum terdekat untukmu berkonsultasi. Kamu bisa memulai dengan searching di internet, atau meminta bantuan orang terdekat yang kamu percaya. Selanjutnya, kamu bisa segera menghubungi nomor telepon yang tertera, mengirim email ke LBH terkait, atau datang langsung ke alamat yang tertera, jika cara-cara sebelumnya kurang cepat diproses,
  • Jika kamu menginginkan kasusmu diproses ke ranah hukum, hal yang dapat dilakukan adalah dengan melapor ke pihak kepolisian. Kamu bisa mengakses UPPA Polres terdekat yang sedikitnya sudah memiliki perspektif yang berpihak pada korban. Akan lebih baik apabila kamu didampingi pendamping hukum.
  • Setelah lapor pada polisi, kamu dapat melakukan visum sesuai rujukan dari pihak kepolisian. Proses ini harus segera dilakukan agar bukti-bukti kekerasan masih dapat teridentifikasi

 

Source Partner:
Lembaga Bantuan Hukum APIK Jakarta
Special thanks to Ibu Ratna Batara Munti & Ibu Tari
http://www.lbh-apik.or.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *