Kekerasan Psikis

Tahukah kamu bahwa salah satu bentuk kekerasan oleh pasangan adalah kekerasan psikis? Menurut penjelasan Wekerle & Wolfe, 1999, kekerasan oleh pasangan bermakna “… to control or dominate another person physically, sexually, or psychologically, causing some level of harm” Ingin tahu lebih lanjut tentang ini?
Bentuk?
Constantly mengkritik, panggilan memalukan, mengejek, membentak, membuat kamu berpikir bahwa kamu lah yang salah, membuat berbagai peraturan yang mengekang, sampai memberi hukuman jika tidak menurut. Termasuk pula bentuk ancaman dan intimidasi seperti ancaman akan melukai dan orang terdekat, atau justru ancaman akan melukai dirinya sendiri. Juga menempatkan kita pada rasa takut dengan tatapan dan gestur, teriakan sampai menghancurkan benda sekitar.
Bentuk kekerasan psikis juga termasuk ketika pasangan memperlakukan kita seperti subordinat atau bawahan, selalu mengambil keputusan besar pada hidup kita atau pada hubungan kalian. Jangan lupa bahwa mengontrol apa yang kita lakukan, siapa yang kita temui, kemana kita pergi, memonitor ponsel, laptop, hingga social media adalah bentuk kekerasan pula.
Dampak?
Akibat yang ada pada kondisi pskologis korban. Misalnya kita jadi merasa tidak berharga, takut atau malu.
Apa yang harus saya lakukan jika mengalaminya?
Hal pertama yang harus disadari adalah bahwa kita tidak bersalah. Kekerasan yang terjadi pada kita adalah murni kesalahan pelaku. Selanjutnya kamu bisa bercerita pada orang yang dipercaya, seperti, keluarga, kawan, atau bahkan NGO & LSM terkait.
Pahamilah bahwa sesungguhnya kamu dapat mengakses bentuk layanan sebagai berikut:
1. Mendokumentasikan dan Melaporkan
 Unit Pelayanan Perempuan & Anak (UPPA) di Polda atau Polres terdekat
 
2. Layanan Psikologis
Layanan berupa pendampingan dan konseling yang dapat memberikan kenyamanan bagi korban untuk menyampaikan masalahnya.
 
3. Layanan Pendampingan Hukum
Layanan yang berkaitan dengan materi hukum yang berlaku dan tata cara peradilan yang ada di Indonesia. Termasuk juga cakupan dukungan litigasi dan non litigasi.
 
4. Layanan Medik
Layanan berupa perawatan fisik dan pengobatan atau penyembuhan luka fisik yang disebabkan oleh tindak kekerasan. Selain itu juga memberikan rekam medis seperti visum e repertum yang dapat dijadikan bukti di pengadilan, misalnya saja di RSUD terdekat.
5. Layanan Rumah Aman
Layanan rumah aman dapat mencakup pelatihan keterampilan, konseling, dan kegiatan lainnya yang bisa memulihkan korban.
6. Layanan Terpadu
Layanan yang diberikan kepada perempuan korban kekerasan yang memadukan multi disiplin ilmu dan menggunakan pendekatan yang holistik. Biasanya mencakup layanan hukum, medik, dan psikologis.
Referensi:
1 Wekerle, C., & Wolfe, D. A. (1999). Dating violence in mid-adolescence: Theory, significance, and emerging prevention initiatives. Clinical Psychology Review
2 Buku Standard Operation Procedure Sistem Penerimaan Pengaduan Komnas Perempuan, 2011
3. http://ecpatindonesia.org/en/news/rpswpskw-solusi-rumah-aman-untuk-anak-korban-eksploitasi-seksual/
http://loveisrespect.org
 
Source Partner:
Lembaga Bantuan Hukum APIK Jakarta
Special thanks to Ibu Ratna Batara Munti & Ibu Tari
http://www.lbh-apik.or.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *