Bila Orang Terdekatmu Mengalami Kekerasan oleh Pasangan

 
       Dukungan dari orang terdekat, baik itu teman, keluarga, atau masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengentaskan kekerasan oleh pasangan. Memilih diam adalah jalan yang salah, karena sesungguhnya ada banyak sekali hal yang bisa dilakukan untuk mendukung orang terdekat yang mengalami kekerasan pada relasi personalnya. Ini adalah hal yang bisa kamu lakukan jika orang terdekat mengalami kekerasan oleh pasangan. Yuk dicek!

 

 

 
      Menurut The Hofstra Coalition Against Teen Dating Violence, berikut adalah cara yang dapat kamu lakukan jika orang terdekatmu mengalami kekerasan oleh pasangan:
 
 
  1. Pertama-tama, pahami bahwa apa yang kini tengah dihadapi korban adalah hal yang tidak mudah.
  2. Sampaikan kekhawatiranmu dengan lugas.
  3. Kekerasan yang dialami adalah bukan kesalahannya. Sampaikan hal tersebut.
  4. Tawarkan bantuan berupa informasi atau dukungan lain baginya.
  5. Temani jika ia membutuhkan sosok yang dapat mendampingi saat bercerita pada orang tua atau pihak yang berwajib.
  6. Do not be judgmental.
  7. Jangan memaksa ia bercerita. Biarkan penuturan datang darinya sendiri.
  8. Hindari memberi korban ultimatum terkait kasus yang dialaminya.
  9. Biarkan ia memilih keputusannya sendiri.
  10. Hargai keputusannya, meski ia tidak mendengar saranmu sekali pun.

 

 
     Jika Kamu Melihat Langsung Tindakan Kekerasan:
 
  1. Usahakan untuk tidak meninggalkan korban sendirian 
  2. Jika kamu tidak berani melerai atau bereaksi secara langsung, kamu bisa tetap berada di sana dan biarkan pelaku tahu bahwa mereka tidak hanya berdua 
  3. Cari bantuan terdekat lewat telepon, teriakan, atau bahkan help button 
  4. Apabila memungkinkan dan keamananmu terjamin, kamu bisa melerai atau memperingatkan pelaku untuk berhenti melakukan kekerasan 
  5. Jika memungkinkan, amankan korban dari pelaku secepatnya. 
  6. Setelah berjarak dengan pelaku, kamu bisa memberikan informasi atau bahkan mengantar korban ke lembaga layanan yang berwenang (jika memang itu keinginan korban). Jika tidak,kamu bisa sampaikan bahwa kamu ada untuk diajak berdiskusi terkait hal tersebut. 
  7. [YANG TERPENTING] Jangan lupakan keamananmu sendiri. Your safety is always the highest priority. 

 

Referensi:
1. The Hofstra Coalition Against Teen Dating Violence , ‘Teen Dating Violence- What You Need To Know’, USA, 2011
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *