Bertutur Tentang Kekerasan yang Dialami


      Jika kamu ada dalam kondisi kekerasan dan kesulitan untuk mengungkapkan hal yang sebenarnya pada orang terdekat, maka yang harus dipahami adalah pengalamanmu ini bukan aib dan bukan kesalahanmu. Nah, sekarang HelpNona akan memberikan 5 tips bercerita pada orang sekitar apabila kamu mengalami kekerasan:

 

1. Apakah Bisa Dipercaya?
Pertama-tama, tanyakan pada dirimu, apakah orang yang ingin kamu bagi cerita adalah orang yang bisa dipercaya, menjaga rahasia dan akan menjadi bagian support system ke depannya? Jika ya, kamu bisa segera lanjut ke langkah selanjutnya. Namun apabila kamu masih merasa ragu, ada beberapa alternatif yang bisa kamu lakukan. Di antaranya adalah dengan mengakses informasi via online dulu agar merasa lebih siap.
2. Pilih Waktu dan Tempat yang Tepat
Gak bisa dipungkiri bahwa pemilihan waktu dan tempat yang tepat sangat mempengaruhi output dari perihal yang ingin kamu sampaikan. Pilih tempat yang privat, aman, dan nyaman untukmu bercerita panjang lebar.
 
3. Bersiaplah Dengan Reaksi Mereka
Tentu kamu sudah memiliki ekspektasi tertentu saat berniat untuk mencurahkan isi hati. Namun demikian, selalu ada kemungkinan bahwa reaksi yang kamu dapat berbeda dari yang kamu harapkan. Apa pun itu, bersiaplah dengan reaksi beragam yang akan kamu dapat.  Tetap ingat bahwa apapun reaksi yang kamu dapatkan (baik atau buruk) bukanlah justifikasi atau pembenaran atas bentuk kekerasan yang kamu alami dari pelaku.
4. Jelaskan Kronologis Kejadian Dengan Detil, Kalau Perlu Dengan Bukti
Apabila kamu ditemani oleh support system memutuskan untuk mengakses lembaga layanan seperti layanan hukum, P2TP2A, kepolisian, rumah aman, atau layanan medis, bukan tidak mungkin ada pihak-pihak yang tidak dapat dengan mudah memahami penuturanmu.  Dengan semakin runut kamu menjelaskan, akan semakin mudah juga lawan bicara untuk memproses informasi yang kamu sampaikan.
5. Berikan Pemahaman Tentang Apa Yang Sebenarnya Kamu Butuhkan
Misalnya, let them know that the most dangerous time for victims (you!) adalah ketika seorang korban mulai mengambil sikap untuk meninggalkan pelaku,  karenanya kamu membutuhkan dukungan mereka untuk tetap merasa aman. Caranya mungkin dengan selalu ditemani kemana pun pergi sampai situasi kembali kondusif, atau sesederhana meminta mereka meluangkan waktu untuk mendengarmu bercerita. Apa pun itu kebutuhanmu, sampaikan dengan jelas, ya.
    Pada akhirnya, kamu sudah berani mendobrak rasa takut dengan menyatakan yang sesungguhnya pada orang terdekat. Just remember that you are taking an important step for your healthy relationship. So be brave ya, teman-teman 🙂
Referensi:
http://loveisrespect.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *