Be Assertive!

      Tahukah kamu apa itu sikap asertif? Asertif adalah bersikap tegas, namun tetap menghargai pendapat dan perasaan lawan bicara saat mengemukakan pendirian. Seseorang yang asertif harus bersikap terbuka dan tidak menyerang lawan bicara. Dalam sebuah hubungan, kemampuan seseorang untuk bersikap asertif menunjukkan kedewasaan seseorang dalam menyelesaikan permasalahannya, loh. Jadi kalau kamu merasa  sulit mengemukakan pendapat sama lawan bicara, mungkin kemampuan berkomunikasi kamu dan lawan bicara bisa ditingkatkan dengan berusaha jadi lebih asertif.

      Nah, bagaimana kalau kita justru kerap berdebat panjang lebar dengan lawan bicara? Hmm.. bisa jadi itu karena salah satu atau dari kalian memiliki  sikap agresif yang menghakimi lawan bicara, mementingkan hak nya tanpa mempertimbangkan sudut lawan bicara, dan juga berlaku defensif. Atau justru salah satu dari kalian  terlalu bersikap submisif dengan gagal mempertahankan prinsip diri sendiri, memendam perasaan, dan menghindari pengekspresian perasaan.
    Jika sudah begitu, salah satu langkah dalam meningkatkan komunikasi asertif adalah dengan menggunakan konsep ‘I Message’. Konsep ini  adalah konsep kalimat yang membebankan pertanggungjawaban pada diri sendiri, mengingat kita juga yang berkepentingan untuk menyampaikan point of view milik kita. Misalnya, daripada saling menyalahkan  sambil berkata “dasar kamu pemalas” , lebih baik kita menggunakan kalimat yang merujuk pada diri sendiri seperti, “ Aku merasa terganggu kalau lihat kamu tidak melakukan apa-apa seharian, karena aku merasa lelah membersihkan rumah sendirian. Aku ingin kamu membantuku.”
      Konsep komunikasi asertif ini dapat kamu urutkan dengan pola berikut:
  1. Gunakan kalimat dengan konsep ‘I Message’ sebagai awal pembicaraan. Hindari kalimat yang langsung menghakimi satu sama lain.
  2. Sama-sama berjanji untuk mencoba konsep komunikasi asertif ini. Soalnya kalau cuma salah satu yang melakukan, tentu komunikasi pada hubungan kalian tetap tidak akan berjalan dengan lancar.
  3. Setelah itu, jelaskan perasaan, prinsip dan posisi pendapat kita dalam menanggapi hal tersebut.
  4. Tidak usah bertele-tele membahas masalah kita  dengan lawan bicara yang sudah lama berlalu.
  5. Jabarkan fakta yang ada, bukan asumsi- asumsi seperti ‘mungkin dia selingkuh’ , ‘mungkin dia gak sayang aku lagi’ , dan asumsi-asumsi lainnya.
  6. Berikan kesempatan pada satu sama lain untuk menjelaskan dari sudut pandang kalian.
  7. Selalu diskusikan jalan keluar dari masalah yang kalian hadapi bersama-sama.
    Nah, itulah langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk berkomunikasi  secara asertif dengan lawan bicara. Cari tahu juga tentang komunikasi yang baik di artikel ini. Semoga setelah ini kamu bisa menjalin hubungan sehat yang berdaya dan bebas dari kekerasan, ya.
Sumber:
http://loveisrespect.org
https://www.goodtherapy.org/blog/psychpedia/i-message

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *